Wedding Preparation

Bismillahirrahmanirrahim. Halo teman-teman aku mau sedikit sharing tentang persiapan pernikahan aku dan Fariz tahun lalu. Semoga tulisan ini bisa membantu yah. Semoga dilancarkan juga yang lagi bersiap-siap menuju hari besarnya.

Continue reading Wedding Preparation

Advertisements

Tidak Ada yang Terlambat. Tidak Ada yang Terlalu Cepat

Aku mengagumi caramu yang begitu sederhana membuatku jatuh cinta.

Tanpa perlu kamu tunjukkan apa yang kamu miliki, semua kebaikan itu selalu terwakilkan lewat tutur dan keseharianmu. Tanpa harta benda yang katanya bisa menyilaukan, senyumanmu sudah cukup benderang untuk menghangatkan hari-hariku.

Pernah sekali terlintas dalam benakku, apakah aku menginginkan pertemuan yang lebih awal denganmu. Kalimat “Coba aku ketemu kamu dari dulu…” Pantaskah aku ucapkan itu?

Kuurungkan.

Tidak ada yang terlambat, ataupun terlalu cepat, untuk apa yang telah ditakdirkan Tuhan. Kita bertemu saat hati kita telah siap. Siap untuk satu sama lain. Aku siap untuk kamu. Kamu siap untuk aku. Bukan untuk orang lain. Tapi untuk kita.

Waktu telah dipinjamkan untuk kita agar jatuh cinta.

Continue reading Tidak Ada yang Terlambat. Tidak Ada yang Terlalu Cepat

Dear Future Sunshine

Dear Nak, setelah lama nggak menulis rasanya jadi kaku nih bikin tulisan hehe. But there’s a lot of things to say, kalau-kalau di kemudian hari terlupakan atau belum sempat tersampaikan.

Dear Nak, saat kamu besar nanti, enggak tahu apakah bun dan ay masih bisa mendampingi kamu. semoga kami selalu ada ya, mengiringi kamu dan mendidik kamu terus. sayangnya, kata “selalu ada” itu bukan menjadi ranah kekuasaan kami, nak. sama sekali nggak ada satu hal pun yang merupakan kekuasaan dan kepemilikan kami. begitupun kamu. kamu adalah sebuah titipan, titipan terbaik yang jika dibesarkan menurut apa yang “Menitipkan” perintahkan, maka akan ada balasan yang baik juga untuk kami.

Continue reading Dear Future Sunshine

Before I Met My Husband

Menulis judulnya saja membuatku throwback ke begitu banyak peristiwa di tahun 2017 yang membuatku semakin meyakini, sungguh Allah Maha Mendengar. Seperti kata seniorku, “Kita nggak tau ucapan kita yang mana yang saat terucapkan akan diaminkan oleh Malaikat dan diijabah Allah. Maka, ucapkan terus perkataan yang baik-baik, lirihkan terus doa-doa, tentu diiringi dengan niat dan perbuatan yang baik, sehingga Allah pun malu jika tidak menjawabnya segera.”

Doa dan perkataan yang baik? Done. Entah sejak kapan aku sudah berazzam, “pokoknya tahun 20xx harus nikah!” Dan well, tahun demi tahun itu terlewati. Di awal tahun 2017, semakin niatlah aku, pokoknya tahun ini gue harus nikah. Tapi kondisinya, bulan Januari, calon suami nggak ada, yang PHP-in banyak hahaha.

Dalam banyak kesempatan, entah itu di tengah obrolan serius dengan teman ataupun bercanda ala ibu-ibu kantor, aku selalu dengan pedenya bilang, “2017 nikaaah! bismillah!” Kalau udah kayak gitu, biasanya direminderin sama teman yang lain, “Sekarang udah bulan apa, Zi? Calon udah ada, Zi?”

Kalau udah gitu kemudian mikir… mo nikah ama siapa gue… 

Continue reading Before I Met My Husband

Terima Kasih, Alhamdulillah

Dulu sebelum menikah, harapanku nggak muluk-muluk, nikah sama laki-laki yang sholeh dan diridhoi orang tuaku aja udah cukup. But honestly, deep in my heart dan kadang-kadang diceletukin di becandaan teman seperjuangan, pingin dong ketemu jodoh anak kereta juga. Biar ala-ala kisah cinta di kereta dan stasiun drama korea. Walaupun yaa… cuma di stasiun Tanah Abang, sejarak Tanah Abang-Pondok Ranji, atau kalau lagi beruntung melipir dulu ke Sudirman haha.

Apa yang aku dapatkan setelah nikah, sungguh Allah Maha Mendengar doa yang tanpa sengaja terucap (walau sebenernya diharepin beneran demi memenuhi imajinasi love-life unyu-unyu demi inspirasi sebuah caption). Kita, aku dan kamu, alhamdulillah, dikasih rezeki sekaligus amanah tempat kerja yang nggak jauhan, aku di Tanah Abang, kamu di Sudirman. Dan setiap pagi alhamdulillah kita bisa berangkat bareng, meskipun kalau pulang kudu janjian dulu karena sometimes kamu kudu overtime atau aku yang ada rapat di luar kantor dan bisa langsung pulang ke rumah.

Continue reading Terima Kasih, Alhamdulillah